Sabtu, 15 Desember 2012

ANJING-ANJING NERAKA

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

·    Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.
·    Bacalah Al-Qur'an
·    tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.
·    Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.
·    Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.
·    Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.
·    Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.
·    Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.
·    Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.
·    Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."
Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."
Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"

Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."


KENIKMATAN SYUKUR

Manusia terlahir secara kodrat adalah memiliki nafsu. Nafsulah yang membawa manusia menuju jalan kebahagiaan sekaligus mampu menjerumuskan manusia kedalam lembah kenistaan.
Nafsu memiliki peranan dominan dalam mewarnai hidup dan kehidupan. Dalam hal kebahagiaan, tentulah nafsu tersebut bersifat malaikati (yang baik), akan tetapi jika yang muncul adalah selalu ketidakpuasan dan ketamakan dalam hidup, maka nafsu tersebut bersifat syaithoni (buruk).
Allah, sebagai Sang Kholiq (Pencipta) memberikan edukasi kepada kita (manusia) untuk selalu merasa cukup dan bahkan menerima apa yang telah dihaturkan kepada kita selaku makhluq-Nya. Dalam kata lain, kita harus mampu dan bahkan mau bersyukur atas segala nikmat yang kita terima. Baik nikmat yang enak kita rasakan, maupun nikmat yang tidak enak kita rasakan.
Nikmat yang enak diantaranya adalah segala sesuatu yang kita rasakan enjoy, berupa sehat, harta, bahagia dan sebagainya.
Nikmat yang tidak enak antara lain, seduh, sakit, galau dan sebagainya.
Nikmat enak, adalah wujud Rohman dan Rokhimnya Allah kepada kita, (mungkin) karena kita dekat dengan-Nya, sehingga Allah-pun dekat dengan kita. Ud-uni astajib lakum, berdo'alah kepada-Ku, pasti Aku (Allah) akan mengabulkan.
Nikmat tidak enak adalah wujud peringatan dan ujian kepada kita. Peringatan bagi yang jauh dengan-Nya, ujian bagi yang dekat dengan-Nya. Jika peringatan jelas kita harus segera kembali pada-Nya.
Jika ujian, maka kita harus sabar dan tentunya tetap syukur pada-Nya.
Syukur yang kita lakukan dalam segala hal, akan menumbuhkan sifat dan sikap hati tenang, tentram, nyaman, sejahtera, dan tentunya dalam lindungan dan hidayah-Nya. Amin
Semoga kita selalu menjadi manusia yang selalu bersyukur pada-Nya. Amin

Jumat, 12 Oktober 2012

BIRRULWALIDAIN (berbuat baik kepada kedua orang tua)

Manusia dilahirkan ke dunia jelas melalui sunnatullah (proses biologis), dengan ijin Allah Swt. Bapak & Ibu diberkahi keturunan. Dan keturunan inilah yang nantinya meneruskan perjuangan orang tua.
Baik buruknya perilaku keturunan (anak;red) ditentukan bagaimana orang tuanya mendidik. Anak dekat/kenal Tuhannya, karena arahan orang tua, anak lupa/bahkan tidak kenal Tuhannya juga berawal bagaimana orang tua ikut "handarbeni" dan "gulawentah" amanat Tuhan (anak).

Oleh karena itu, jika seorang anak harus berbuat BAIK kepada orang tua, adalah merupakan suatu keharusan dan semestinya.
Ketika orang tua masih hidup, banyak berbagai hal cara kita berbakti kepada Beliau, menghormati, melayani, mengikuti "amar"nya (tentunya yang bukan bathil/salah), dan lainyya.
Ketika orang tua telah berpulang ke Rahmatullah, sebagai anak yang di"cap" sholeh maupun sholehah, kita kirimkan do'a, bacaan Surat Yasin, bacaan Tahlil, bacaan Al Barjanji maupun Sholawat yang hadiahnya juga untuk orang tua, Manaqiban, 7 hari, 40 hari, 100 hari maupun 1000 hari.
Semua itu bentuk bakti kita kepada orang tua.
Dan janganlah pernah durhaka kepada orang tua, karena DURHAKA maupun RIDLO Allah Swt, tergantung durhaka maupun ridlo orang tua.

Mudah-mudahan kita menjadi anak yang taqwa kepada Allah Swt, dan taat kepada kedua orang tua kita. Amin